Penerapan status Adiwiyata tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Sidoarjo Nomor 100.3.3.2/564/438.1.1.3/2026 tertanggal 7 September 2026.
Berdasarkan hasil verifikasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, madrasah yang berlokasi di Jalan KH Mukmin, Sidokare ini lolos seluruh tahapan penilaian dokumen hingga verifikasi lapangan Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) 2026 bersama 15 lembaga pendidikan lainnya. Dari hasil penilaian 16 Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo, MINU KH. Mukmin meraih urutan ke 4 dengan nilai 92.
Penyerahan trofi dan piagam penghargaan dilangsungkan di Ruang Pringgitan Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jumat (16/10/2026).
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., menekankan bahwa program Adiwiyata bukan sekadar seremonial penganugerahan, melainkan instrumen penting pembentukan karakter ramah lingkungan pada generasi muda sejak dini.
Ia mendorong 16 sekolah dan madrasah penerima penghargaan untuk menjadi pioneer (pelopor) gerakan kebersihan dan pengelolaan sampah mandiri di wilayah Sidoarjo.
“Langkah ini tentunya berdampak pada tumbuhnya sumber daya manusia (SDM) yang peduli lingkungan sekaligus mewujudkan Sidoarjo yang bersih, indah, dan asri,” ujar Subandi dalam keterangannya di Pendopo Delta Wibawa.
Subandi menambahkan, peran lembaga pendidikan sangat krusial dalam menginternalisasi kebiasaan memilah dan mengolah sampah, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah tangga.
Menanggapi raihan tersebut, Kepala MINU KH Mukmin Sidoarjo, Hj. Anis Faridah, M.Pd., menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi pijakan awal untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Pihaknya menargetkan integrasi kurikulum berwawasan lingkungan dapat terus berlanjut hingga meraih predikat Adiwiyata tingkat Provinsi, Nasional, hingga Adiwiyata Mandiri.
”Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh warga madrasah. Ini menjadi langkah awal untuk terus berinovasi dan membangun karakter cinta lingkungan. Bismillah, target berikutnya adalah menuju Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri,” ujar Anis.
Melalui program Sekolah Adiwiyata, MINU KH Mukmin Sidoarjo berkomitmen untuk tidak hanya menciptakan ekosistem belajar yang hijau dan asri, tetapi juga mencetak generasi yang memiliki kepekaan ekologis terhadap tantangan lingkungan di masa depan.(RK)
