Site icon MINU KH MUKMIN

Isra Mikraj 1444 H & Harlah Jelaang 1 Abad MINU KH. Mukmin Sidoarjo

WhatsApp Image 2023-02-17 at 11.43.51.jpeg

 

17 February 2023 17:53 PM

Radar Sidoarjo

SIDOARJO – BP3MNU Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) KH Mukmin Sidoarjo menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, Jumat (17/2). Sekaligus harlah MINU KH Mukmin jelang 1 abad yang berdiri mulai 1927 hingga 2023.
Kegiatan tersebut bertema membentuk generasi milenial sejati dengan sikap tabayun ala Baginda Rasulullah SAW. Dihadiri oleh jajaran pengurus BP3MNU MINU KH Mukmin, guru, alumni, dan 549 siswa kelas 1 hingga 6.
Kepala MINU KH Mukmin Sidoarjo Anis Faridah mengatakan, kegiatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW digabung dengan harlah MINU KH Mukmin jelang 1 Abad. MINU KH Mukmin genap usia 99 tahun. ”Tahun depan 100 tahun atau 1 abad,” katanya.

Dia menjelaskan, MINU KH Mukmin  berdiri 1 tahun setelah Nahdlatul Ulama (NU) berdiri.

 

Dalam kegiatan tersebut, diawali dengan istighotsah dan tahlil.  Hal itu sebagai bentuk tasyakur kirim doa sebagai budaya Nahdliyin.  Anis menyampaikan dalam sambutannya terkait sejarah MINU KH Mukmin. ”Agar siswa-siswi semakin cinta, selain itu, kita sosialisasikan depan sekolah kita ubah sehingga tampak wajah sekolah,” ujarnya.
Dia juga berpesan kepada siswa untuk bisa menjadi generasi milenial yang terus mempunyai ahlaq seperti Rasulullah SAW. Salah satu hikmah Isra Miraj agar senantiasa untuk selalu giat dalam melaksanakan salat lima waktu dan bersikap disiplin, jujur, juga pandai bersyukur. ”Juga memaknai sebuah kesehatan dengan belajar sungguh-sungguh agar bisa memberikan yang prestasi terbaik untuk nama besar MINU KH Mukmin,” katanya.
Wakil Ketua Pengurus dan  BP3MNU MINU  KH Mukmin Sidoarjo Abdul Wahid Dahlan  mengajak seluruu siswa menyongsong  1 Abad MINU KH Mukmin dengan rasa gembira.  Juga untuk meningkatkan prestasi peserta didik. Terutama pada level Internasional.

Selain itu, dia juga meminta untuk meningkatkan muatan lokal siswa tentang akhlakul karimah. Agar output yang didapatkan siswa bisa membahagiakan kedua orang tua, bangsa, dan negara.
Hal itu karena akhlak itu adalah pondasi bagi anak didik. ”Akhlak dikuatkan sejak kecil sehingga ketika besar bisa mengembangkan bakat, terutama nilai keagamaan,” ujarnya.
Menurut dia, juga mulai pembenahan dari dalam sampai keluar. Artinya dari dalam itu jiwa anak didik guru. Sekaligus dengan renovasi fisik. Untuk  menyongsong abad ke-2.
Melanjutkan, Joko Pranoto sebagai Pengurus dan Pengawas MINU KH Mukmin Sidoarjo berharap peringatan 1abad itu akan mempengaruhi peningkatan kualitas layanan MINU KH Mukmin. Terutama dalam rangka baik profesional Sumber Daya Manusia (SDM) yang mana nanti akan berdampak pada layanan kepada siswa-siswi. (nis/vga)

Exit mobile version